Keutamaan Memotong Kuku Di Hari Tertentu


Gambar

Memotong kuku adalah salah satu amalan yang disyariatkan dalam agama Islam. Orang yang melakukannya dengan niat meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengamalkan ajaran beliau, ia akan meraih pahala yang besar dari Allah ta’ala.

 

Seorang muslim sangat dianjurkan untuk memotong kukunya kapan saja bilamana telah melewati ujung jari. Tidak ada pembatasan dan penentuan waktu dan hari tertentu untuk memotong kuku. Namun, ada beberapa riwayat yang menerangkan tentang keutamaan memotong kuku pada hari-hari tertentu sepanjang satu pekan. Dan pada setiap harinya terdapat keutamaan tersendiri yang berbeda dengan hari selainnya.

 

Berikut ini kami akan sebutkan lafazh hadits dan terjemahannya serta perkataan para ulama hadits berkenaan dengan derajatnya.

 

من قلم أظفاره يوم السبت خرج منه الداء ، ودخل فيه الشفاء ، ومن قلم أظفاره يوم الأحد خرجت منه الفاقة ودخل فيه الغنى ، ومن قلم أظفاره يوم الاثنين خرجت منه العلة ودخلت فيه الصحة ، ومن قلم أظفاره يوم الثلاثاء ، خرج منه البرص ، ودخل فيه العافية ، ومن قلم أظفاره يوم الأربعاء خرج منه الوسواس ، والخوف ودخل فيه الأمن والصحة ، ومن قلم أظفاره يوم الخميس خرج منه الجذام ودخل فيه العافية ، ومن قلم أظفاره يوم الجمعة دخل فيه الرحمة ، وخرج منه الذنوب

 

Artinya:

1. Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Sabtu, maka akan keluar darinya penyakit dan masuk ke dalamnya kesembuhan.

2. Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Ahad, maka akan keluar darinya kefakiran dan masuk ke dalamnya kekayaan.

3. Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Senin, maka akan keluar darinya penyakit dan masuk kepadanya kesehatan.

4. Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Selasa, maka akan keluar darinya al-Baros (penyakit sopak) dan masuk ke dalamnya al-’Afiah (kesehatan dan kesembuhan).

5. Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Rabu, maka akan keluar darinya was-was dan ketakutan, dan masuk ke dalamnya keamanan dan kesehatan.

6. Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Kamis, maka akan keluar darinya penyakit kusta dan masuk kepadanya al-’Afiah (kesehatan dan kesembuhan).

7. Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Jumat, maka akan masuk kepadanya rahmat (Allah) dan keluar daripadanya dosa-dosa.”

(Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnul Jauzi di dalam kitab Al-Maudhu’aat III/226, dan Imam As-Suyuthi di dalam Al-La-ali’ Al-Mashnu’ah Fi Al-Ahadits Al-Maudhu’ah II/227).

Derajat Hadits:

 

Hadits ini derajatnya Maudhu‘ (PALSU), karena di dalam sanadnya ada 2 (dua) perawi pemalsu hadits, yaitu Abu ‘Ishmah Nuh bin Maryam dan Hannaad bin Ibrahim. Dan diantara mereka berdua terdapat beberapa perawi yang majhul(tidak dikenal jati diri dan kredibilitasnya) dan perawi yang dha’if (lemah). (Lihat Al-La-ali’ Al-Mashnu’ah karya imam As-Suyuthi II/227, dan al-Fawa-id al-Majmu’ah, karya imam Asy-Syaukani. I/197).

 

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata: “Hadits ini palsu, karena di dalam sanadnya terdapat 2 perawi pemalsu hadits dan beberapa perawi yang majhul.”(Lihat Al-Fawa-id Al-Majmu’ah, I/197).

 

Imam As-Sakhawi rahimahullah berkata: “Tidak ada satu pun hadits yg shahih dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang menerangkan tata cara dan penetapan hari-hari tertentu untuk memotong kuku.” (Lihat Al-Maqashid Al-Hasanah hal. 422).

 

Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani rahimahullah juga menyebutkan sebuah hadits tentang keutamaan memotong kuku pada hari Jumat di dalam kitab hadits beliau, Silsilah al-Ahadits adh–Dha’ifah wa al-Maudhu’ah, yaitu sebagaimana berikut:

 

حديث : من قلم أظافيره يوم الجمعة قبل الصلاة ، أخرج الله منه كل داء ، وأدخل مكانه الشفاء والرحمة

 

“Barangsiapa yang memotong kukunya pada hari Jumat sebelum menunaikan sholat (Jumat, pent), niscaya Allah akan mengeluarkan daripadanya penyakit dan menggantikan tempat penyakit itu dengan penyembuhan dan rahmat”.

 

Derajat Hadits ini dinyatakan oleh syaikh al-Albani rahimahullah sebagai hadits yang sangat lemah (Dha’if Jiddan). (Lihat Silsilah al-Ahadits adh-Dho’ifah, V/36 nomor hadits: 2021).

 

Dari keterangan para ulama hadits ini, kita dapat mengetahui dan memahami bahwa yang PALSU di sini adalah tentang Keutamaan memotong kuku pada hari-hari tersebut di atas. Adapun hukum memotong kuku itu sendiri adalah sangat disunnahkan dalam agama Islam.

 

Demikian penjelasan singkat tentang derajat hadits tentang Keutamaan Memotong Kuku pada hari Jumat dan hari-hari lainnya. Smg dapat dipahami dan menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-taufiq.

 

 

Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho, Lc., MA.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Fatwa. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s